Home
 
 

STRUKTUR KEPENGURUSAN

BEM PSIK FK-UNSRI 2010-2011



KETUA BEM : MULTI ALIYYAH RIZQIY '08

SEKRETARIS UMUM : RIFA'ATUL MAHMUDAH'08

BENDAHARA UMUM : MASRIDAH RANGKUTI '08


BIRO KESEKRETARIATAN : ERNA PRATIWI '09

BIRO ENTREPRENEUR : AYU HERLITA RUSMALINDA '08


DEPARTEMEN HUMAN RESOURCES : TIKE PUSPITA DEWI '08


DEPARTEMEN HUBUNGAN LUAR NEGERI & KAJIAN STRATEGIS : ATIKA DEWI KHARISMA '09


DEPARTEMEN KAJIAN PROFESI : RISMALIA '08


DEPARTEMEN ADVOKASI DAN DALAM NEGERI : FIRMANSYAH '08


DEPATEMEN MEDIA DAN INFORMASI : RIA INDA FORISCA '08


DEPARTEMEN KREATIVITAS : PIWIN INGGARA '08


KARYA ILMIAH DAN SASTRA : ERPINA '09

SENI TARI : DINA FITRIANA '08

PADUAN SUARA DAN SENI MUSIK : SHINTA KENCANAWATI '08

OLAHRAGA : ENDANG SAPUTRA W '09


 
RAKERNAS VI ILMIKI
Tuesday, 19 July 2011 19:58

Eh, eh, ada yang tahu gak? Apaan sih Rakernas? Ada yang kenal? Bagi yang aktif berorganisasi pasti sangat familiar dengan kata-kata ini. Rakernas alias dengan nama lengkap Rapat Kerja Nasional ini, pada akhir September mendatang, akan diadakan oleh ILMIKI dengan BEM IK UNSRI sebagai tuan rumahnya. Wah, wah, Rakernas kali ini sudah yang ke VI kalinya. BEM IK UNSRI sebagai host begitu menyambut hangat kedatangan teman-teman nasional dari sabang samapi Merauke kecuali Timor Leste.hehe

Teman-teman yang penasaran dengan kota pempek yang katanya punya suasana malam yang menggoda ini, bisa berlepas penat setelah Rakernas dalam rangkaian kegiatan VISIT MUSI. Memperkenalkan Palembang dengan segala budaya dan kepemilikannya.

Rakernas ini akan membahas agenda-agenda dan program kerja yang akan dilaksanakan dua tahun kedepan oleh kepengurusan 2011-2013 dengan Saudari Ariska Juniar sebagai Sekjendnya. Selain membahas program kerja dua tahun kedepan, akan adanya pengesahan korwil (red:koordiantor wilayah) yang baru. Setidaknya akan ada lebih kurang 50an  institusi yang akan hadir (red:dalam konfirmasi).

Dalam rangkaian acara RAKERNAS VI ILMIKI ini juga akan diadakannya Seminar Nasional yang mengangkat isu mengenai RUU Keperawatan yang sedang dan selalu membara untuk diperjuangkan. Karena ini adalah moment yang sangat baik untuk mengumpulkan teman-teman mahasiswa secara nasional. Isu yang diangkatpun bukan sekedar pencerdasan, kita juga akan mengumpulkan setiap elemen kepearawatan secara nasional. Menyatukan frame dan bersama-sama merangkul (red: konsolidasi) untuk menemukan titik terang dari kegundahan dan interplasi yang terjadi selama ini dalam pengambilan kebijakan profesi keperawatan.

Meski apapun yang akan terjadi kedepan patut kita ambil langkah dan strategisasi gerakan yang nyata. Tidak hanya sekedar retorika dan peluh sia-sia. Walau sesungguhnya tidak akan ada yang sia-sia dalam setiap tetes keringat yang dikeluarkan, karena ia akan menggema, akan menimbulkan hasil, ada aksi, maka ada reaksi. Oleh karena itu diperlukan kekompakan dan strategi gerakan yang terorganisir. Sebagai mahaiswa dalam peranannya, layaknya ia bersikap netral. Yaitu berpihak pada rakyat jika pemerintah kemudian menjadi adidaya yan tak berpihak pada rakyat dalam setiap kebijakannya.

Kembali pada tiga fungsi mahasiswa, agent of change, iron stock, dan social control. Maka sudah selayaknya hak ini menjadi milik mereka, milik kita yang masih hidup dalam bumi yang sama. Sebagai pengontrol kebijakan, dan juga agen intelektual yang bertindak dengan segala kearifan dan kesopanannya.

HIDUP MAHASISWA! SEJAHTERA RAKYAT INDONESIA! JAYALAH KEPERAWATAN INDONESIA!

 

Proposal RAKERNAS dapat diunduh disini

 

 

PROPOSAL RAKERNAS ILMIKI VI BISA DI UNDUH DISINI

 
Metode Pengobatan Baru Perlu Waktu Adaptasi
Friday, 29 July 2011 19:29

Semarang (ANTARA News) - Guru Besar Biologi Sel dan Molekuler Universitas Brawijaya, Sutiman B. Sumitro, menilai bahwa pengenalan metode baru dalam dunia kesehatan yang jauh lebih terjangkau oleh masyarakat membutuhkan waktu untuk adaptasi. Pengembang divine cigarette tersebut saat menjadi pembicara dalam seminar "Konsem Sehat Sakit Dari Sudut Pandang Nanobiologi", di Semarang, Sabtu, mengatakan bahwa penerapan metode baru dalam dunia kesehatan ini membutuhkan perubahan pola pikir masyarakat.

"Perlu ada sosialisasi yang terus menerus, sehingga memunculkan hidup masyarakat yang lebih berkualitas," kata Sutiman. Ia menjelaskan, kekayaan alam serta berbagai ramuan peninggalan nenek moyang belum diolah maksimal untuk kebutuhan masyarakat. "Kita masih belum mengapresiasi kekayaan yang merupakan peninggalan nenek moyang," katanya. Menurut dia, metode baru semacam itu dalam dunia kesehatan bukanlah termasuk sebagai pengobatan alternatif, namun lebih cenderung solutif.

Selain itu, lanjut dia, metode yang digunakan oleh para peneliti juga belum optimal untuk mencari tahu penemuan baru yang mungkin bisa dihasilkan. Ia mencontohkan, teknologi nanobiologi yang memanfaatkan bidang ilmu fisika quantum. Meski demikian, lanjut dia, berbagai penemuan penting di dunia kesehatan tersebut tetap harus didukung pula dengan perubahan pola pikir masyarakat tentang cara hidup yang berkualitas.

"Tidak jarang, masyarakat justru jatuh sakit, misalnya setelah mengetahui hasil uji darah atau tes kesehatan," katanya. (*)

 

Sumber : antara

 
Ilmuwan Makin Dekat dengan Pankreas Buatan
Friday, 29 July 2011 19:37

Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah peneliti di Amerika Serikat semakin mendekati pengembangan pankreas buatan, sebuah sistem yang terdiri atas pompa insulin dan sensor glukosa yang mengirimkan insulin bagi penderita diabetes sehingga bisa meniru fungsi pankreas asli.  Meskipun sebuah peralatan yang mencatat gula darah penderita diabetes dan secara otomatis memberikan dosis insulin yang tepat masih jauh dari penggunaan secara komersial, hasil sejumlah penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan Asosiasi Diabetes Amerika di San Diego pekan ini menunjukkan janji nyata. Para peneliti dari Universitas Boston dan Rumah Sakit Umum Massachusetts menguji sebuah sistem yang menggunakan monitor glukosa buatan FreeStyle Navigator milik Abbott Insulet Corp, dan dua pompa insulin buatan Insulet Corp, yang semuanya dikenalikan oleh sebuah laptop.

Sistem itu, yang dirancang untuk secara lebih baik untuk meniru mekanisme alami tubuh dalam mengendalikan gula darah baik tinggi maupun rendah, mudah dibawa sehingga memungkinkan kaum dewasa penderita diabetes tipe 1 untuk berkeliling rumah sakit dan menggunakan sebuah sepeda olahraga.  Pada akhir studi selama 51 hari, yang melibatkan olahraga harian, dua malam, dan enam kali makan, yang semuanya mempengaruhi kadar gula darah penderita diabetes, enam pasien mencatat kadar gula darah rata-rata di kisaran normal, dengan kadar tertinggi 140.

"Ini sangat bagus. Ini adalah apa yang kami sebut glukosa darah mendekati normal," kata Dr Steven Russel dari Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston yang mengembangkan sistem itu dengan Edward Damianio, seorang ahli biomedis di Universitas Boston.

Dalam studi lain, sebuah tim di Klinik Mayo memasangi para penderita diabetes dengan peralatan yang disebut akselerometer yang mencatat gerakan dan menemukan bahwa olahraga tingkat sedang pun memainkan peran dalam glukosa.  Tim yang dipimpin Yogish Kudva itu akan memadukan data itu dengan program perangkat lunak canggih yang bertindak sebagai "otak" dari sebuah sistem pankreas buatan, yang menganalisa gula darah dan menghitung saat penderita diabetes memerlukan satu dosis insulin. Tim itu berencana memulai percobaaan klinik dengan sistem itu tahun ini atau awal tahun depan, kata Kudva,

 
Copyright © 2010 BEM PSIK FK-UNSRI, Indralaya, OI, Sumatera Selatan, Indonesia. All Rights Reserved.

Developed by Dept. Medinfo BEM PSIK FK-Unsri.